Minggu, 20 Januari 2013

LiniMassa


LiniMassa

          Film ini tentang penggunaan internet untuk mencari keuntungan dalam social network ataupun commercial network.  Dalam hal ini membahas Indonesia yang mempunya banyak penduduk hingga 220 juta orang.  Pengguna Facebook di Indonesia ada sekitar 30,1 juta membuat Indonesia berada di nomor 2 pengguna Facebook terbanyak di dunia.  Pengguna Twitter di Indonesia ada sekitar 6,2 juta dan membuat Indonesia nomor 3 terbesar di asia.   Pengguna Internet di Indonesia ada 45 juta pelanggan.  Pengguna blogger di Indonesia diperkirakan 2,7 juta.  Pengguna telepon seluler di Indonesia terdapat sebanyak 150-180 juta orang.  Data-data tersebut membuktikan bahwa penggunaan social media di Indonesia sangat besar.          

          Banyak orang menggunakan social network di internet untuk bersosialisasi, bahkan banyak orang menggunakan kesempatan ini untuk mencari keuntungan mempromosikan produknya.  Contohnya saja seorang single parent di Yogya bernama Blassius Haryadi menggunakan facebook sebagai media mempromosikan pekerjaannya sebagai tukang becak.  Dengan facebook dia dapat mendapatkan pelanggan dari luar negeri walaupun dia hanya tukang becak,  dia juga melayani pelanggan – palanggan yang ingin booking hotel dan lain sebagainya.  Sehingga dia bekerja sebagai tukang becak dan juga tour guide di kota Yogya.                                                                   

          Internet juga membuka kesempatan bagi orang yang mempunyai kekurangan fisik.  Pemerintah Indonesia memberi kesempatan untuk bekerja sebagai PNS (Pegawai Negeri Swasta).   Sebagai PNS mereka harus mengerti tentang komputer, oleh karena itu mereka belajar tentang komputer.  Mereka belajar tentang berbagai macam contohnya:  Ms.Word, Corel Draw, Photoshop, Blog, dll.  Contohnya seorang lelaki yang mempuyai kekurangan fisik bernama Anto Darmanto belajar tentang blog, Corel Draw, Photoshop.  Anto belajar dai teman bloggernya yang bersedia memberi kursus, sehingga Antopun tertarik dan ikut belajar.                                                    

          Seorang wanita bernama Valensia Mieke Randa mendirikan sebuah community bernama “Blood For Life”.  Community ini didirikan untuk menyumbangkan darah, terutama darah AB yang cukup langka.  Community ini semakin berkembang melalui Blackberry Messenger dan Twitter.  Suatu malam ada seorang wanita berumur 25 tahun membutuhkan darah untuk operasi.  Valensiapun dengan cepat menghubungi teman-teman dan share tentang keadaan darurat ini.  Akhirnya orang-orangpun datang dan menyumbangkan sebagian darahnya untuk operasi, sehingga nyawa seorang wanita ini tertolong.      

          Agustus 2008, seorang ibu rumah tangga bernama Prita Mulyasari menulis melalui e-mail dan surat kabar tetang keluhan di sebuah rumah sakit swasta di Tangerang.  Dengan UU Informasi, dan Transaksi Elektronik (ITE), pihak rumah sakit menggugat pidana dan perdata, sehingga Prita dipenjara semala 3 minggu, dan harus membayar denda sebesar Rp. 204 juta.  Melalui social media dukungan masyarakat datang, dan berupaya mengunpulkan dana untuk membayar denda Prita.  Menurut Yanuar Nugroho dari Machester University,  kasus Prita lebih mendapat dukungan dari pada kasus lumpur Lapindo.  Kenapa? Karena kasus Prita beresonansi (bersangkutan) dengan pengguna internet, kita tau bahwa penguna internet di Indonesia sangat besar.  Sehingga kasus Prita mendapat banyak dukungan dari banyak pihak termasuk pengguna Internet.

          Oktober 2009,  dua anggota KPK, Bibit Samad Rianto, dan Chandra M Hamzah ditahan atas tuduhan menyalah gunakan wewenang, dan menerima suap.  Otoritas politik, dan kepolisian dituding berada di balik kriminalisasi kedua orang tersebut, dengan target melemahkan instuisi KPK.  Gerakan mendukung Bibit-Chandra terjadi di Internet hingga jalanan, sebelum akhirnya tidak diteruskan ke pengadilan.  Usman Yasin, pendiri gerakan 1 juta di facebook berhasil mengunpulkan anggota lebih dari 1 juta facebookers.  Dikarenakan mungkin karena waktu yang tepat karena masyarakat jenuh dengan korupsi.

          Ahmad Nasir, koordinator dari Jalin Merapi di Twitter menyebarkan tentang apa yang terjadi saat gunung merapi meletus.  Sebenarnya para relawan berasal dari teman-teman dekat namun karena banyk yang ingin membantu tetapi tidak tau harus bangai mana untuk menjadi relawan.  Akhirnya dibuat formulir pendaftaran melalui internet agar semua orang bisa ikut menjadi relawan.

          Dari pengalaman, dan cerita di atas dapat diambil kesimpulan bahwa jika Internet digunakan benar, dioptimalkan dengan sepositif mungkin, Internet dapat memberi manfaat yang luar biasa besar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar