LiniMassa
Film
ini tentang penggunaan internet untuk mencari keuntungan dalam social network
ataupun commercial network. Dalam hal
ini membahas Indonesia yang mempunya banyak penduduk hingga 220 juta
orang. Pengguna Facebook di Indonesia
ada sekitar 30,1 juta membuat Indonesia berada di nomor 2 pengguna Facebook
terbanyak di dunia. Pengguna Twitter di
Indonesia ada sekitar 6,2 juta dan membuat Indonesia nomor 3 terbesar di
asia. Pengguna Internet di Indonesia
ada 45 juta pelanggan. Pengguna blogger
di Indonesia diperkirakan 2,7 juta. Pengguna telepon seluler di Indonesia terdapat
sebanyak 150-180 juta orang. Data-data
tersebut membuktikan bahwa penggunaan social media di Indonesia sangat besar.
Banyak
orang menggunakan social network di internet untuk bersosialisasi, bahkan
banyak orang menggunakan kesempatan ini untuk mencari keuntungan mempromosikan
produknya. Contohnya saja seorang single
parent di Yogya bernama Blassius Haryadi menggunakan facebook sebagai media
mempromosikan pekerjaannya sebagai tukang becak. Dengan facebook dia dapat mendapatkan
pelanggan dari luar negeri walaupun dia hanya tukang becak, dia juga melayani pelanggan – palanggan yang
ingin booking hotel dan lain sebagainya.
Sehingga dia bekerja sebagai tukang becak dan juga tour guide di kota Yogya.
Internet
juga membuka kesempatan bagi orang yang mempunyai kekurangan fisik. Pemerintah Indonesia memberi kesempatan untuk
bekerja sebagai PNS (Pegawai Negeri Swasta).
Sebagai PNS mereka harus mengerti tentang komputer, oleh karena itu
mereka belajar tentang komputer. Mereka
belajar tentang berbagai macam contohnya:
Ms.Word, Corel Draw, Photoshop, Blog, dll. Contohnya seorang lelaki yang mempuyai
kekurangan fisik bernama Anto Darmanto belajar tentang blog, Corel Draw,
Photoshop. Anto belajar dai teman
bloggernya yang bersedia memberi kursus, sehingga Antopun tertarik dan ikut
belajar.
Seorang
wanita bernama Valensia Mieke Randa mendirikan sebuah community bernama “Blood
For Life”. Community ini didirikan untuk
menyumbangkan darah, terutama darah AB yang cukup langka. Community ini semakin berkembang melalui
Blackberry Messenger dan Twitter. Suatu
malam ada seorang wanita berumur 25 tahun membutuhkan darah untuk operasi. Valensiapun dengan cepat menghubungi teman-teman
dan share tentang keadaan darurat ini.
Akhirnya orang-orangpun datang dan menyumbangkan sebagian darahnya untuk
operasi, sehingga nyawa seorang wanita ini tertolong.
Agustus
2008, seorang ibu rumah tangga bernama Prita Mulyasari menulis melalui e-mail
dan surat kabar tetang keluhan di sebuah rumah sakit swasta di Tangerang. Dengan UU Informasi, dan Transaksi Elektronik
(ITE), pihak rumah sakit menggugat pidana dan perdata, sehingga Prita dipenjara
semala 3 minggu, dan harus membayar denda sebesar Rp. 204 juta. Melalui social media dukungan masyarakat
datang, dan berupaya mengunpulkan dana untuk membayar denda Prita. Menurut Yanuar Nugroho dari Machester
University, kasus Prita lebih mendapat dukungan
dari pada kasus lumpur Lapindo. Kenapa?
Karena kasus Prita beresonansi (bersangkutan) dengan pengguna internet, kita
tau bahwa penguna internet di Indonesia sangat besar. Sehingga kasus Prita mendapat banyak dukungan
dari banyak pihak termasuk pengguna Internet.
Oktober
2009, dua anggota KPK, Bibit Samad
Rianto, dan Chandra M Hamzah ditahan atas tuduhan menyalah gunakan wewenang, dan
menerima suap. Otoritas politik, dan
kepolisian dituding berada di balik kriminalisasi kedua orang tersebut, dengan
target melemahkan instuisi KPK. Gerakan
mendukung Bibit-Chandra terjadi di Internet hingga jalanan, sebelum akhirnya
tidak diteruskan ke pengadilan. Usman
Yasin, pendiri gerakan 1 juta di facebook berhasil mengunpulkan anggota lebih
dari 1 juta facebookers. Dikarenakan mungkin
karena waktu yang tepat karena masyarakat jenuh dengan korupsi.
Ahmad
Nasir, koordinator dari Jalin Merapi di Twitter menyebarkan tentang apa yang
terjadi saat gunung merapi meletus. Sebenarnya para relawan berasal dari
teman-teman dekat namun karena banyk yang ingin membantu tetapi tidak tau harus
bangai mana untuk menjadi relawan.
Akhirnya dibuat formulir pendaftaran melalui internet agar semua orang
bisa ikut menjadi relawan.
Dari
pengalaman, dan cerita di atas dapat diambil kesimpulan bahwa jika Internet
digunakan benar, dioptimalkan dengan sepositif mungkin, Internet dapat memberi
manfaat yang luar biasa besar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar